Bahaya Karbon Monoksida (CO) si Silent Killer

Bahaya gas karbon monoksida?

Bahaya Karbon Monoksida (CO) si Sillent Killer – Telah terjadi peristiwa tragis ketika sepasang ASN di Asahan pingsan di dalam mobil yang berhenti di pinggir jalan dalam kondisi mesin hidup dan AC menyala. Dugaan sementara, keduanya mengalami keracunan gas korbon monoksida dari gas sisa buang kendaraan. “Keterangan tim Medis RSUD HAMS (H. Abdul Manan Simatupang) keracunan gas AC,” kata Kapolres Asahan AKBP Nugroho Dwi Karyanto saat diminta konfirmasi, Jumat (5/6/2020).

Sebenarnya peristiwa keracunan Karbon Monoksida (CO) bukan hal yang baru, banyak kasus serupa. Bukan hanya di mobil, tapi bisa juga dalam garasi ketika kendaraan dinyalakan dalam ruangan dengan ventilasi kurang.

Banyak kasus keracunan gas karbon monoksida yang mengakibatkan kematian dan korbannya tidak ada yang bereaksi dan ketahuan setelah tewas. Menjadi pertanyaan kenapa tidak ada gejala atau teriakan minta tolong dan lainnya. Disinilah bahayanya gas CO sehingga disebut Silent Killer, pembunuh diam-diam!

Ciri-ciri karbon monoksida

Karbon monoksida adalah gas tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau yang membuat Anda tidak mungkin mendeteksi tanpa peralatan pengukuran khusus.

Karbon monoksida adalah produk sampingan umum dari pembakaran yang tidak sempurna, diproduksi setiap kali bahan bakar seperti gas alam, propana, bensin, minyak, minyak tanah, kayu atau arang dibakar. Peralatan yang menghasilkan CO termasuk mobil, kapal, mesin bensin, kompor dan sistem pemanas. CO dari sumber-sumber ini dapat menumpuk di ruang tertutup atau semi tertutup.

Proses pembakaran di dalam mesin yang tidak sempurna, maka akan menghasilkan gas karbon monoksida. Gas yang keluar dari mesin ini dapat masuk ke dalam mobil, sehingga kabin yang sempit lama-kelamaan bisa dipenuhi gas karbon monoksida. Jika gas karbon monoksida sudah masuk ke dalam mobil, dalam waktu singkat, ia akan menyingkirkan oksigen yang ada di sana.

Lihat juga:

Ketika orang menghirup CO, gas beracun bisa menghalangi hemoglobin dalam darah untuk mengikat oksigen dan mengalirkannya ke seluruh tubuh hingga ke paru-paru dan otak, akibatnya suplai oksigen semakin berkurang, bisa berbahaya bagi jaringan dalam tubuh. Apalagi karena Anda tidak dapat melihat, merasakan atau menciumnya, maka karbon monoksida dapat membunuh Anda sebelum tahu bahwa karbon monoksida tersebut ada (sillent killer). Untuk Pajanan ke tingkat yang lebih rendah dari waktu ke waktu dapat membuat Anda sakit.

Gejala keracuanan karbon monoksida

Keracunan bahaya karbon monoksida

Karbon monoksida memang berbahaya, adapun gejala yang dirasakan saat keracunan Karbon Monoksida (CO) meliputi:

  1. Sakit kepala ringan yang menjadi sakit kepala berdenyut
  2. Sesak napas
  3. Lekas marah
  4. Ketidakstabilan emosional
  5. Penilaian buruk
  6. Hilang ingatan
  7. Sangat cepat lelah

Rekomendasi

Pencegahaan

Ambil langkah-langkah berikut untuk menghindari keracunan karbon monoksida:

  1. Melakukan pengecekan secara rutin terhadap mesin mobil, biasanya exhaust system yang alami kebocoran bisa menyebabkan gas karbon monoksida terjebak di dalam kendaraan.
  2. Membuka pintu dan jendela saat memanaskan mobil agar ada udara masuk.
  3. Tidak langsung menyalakan AC mobil, akan tetapi bukalah terlebih dahulu jendela mobil agar udara di dalam bisa tergantikan dengan udara yang lebih segar.
  4. Tidak beristirahat di dalam mobil ketika AC masih menyala dan semua jendela tertutup rapat.

Mitigasi

Selain itu, gejala keracunaan karbon monoksida bisa memburuk dengan cepat dan dapat menyebabkan koma dan kematian. Ambil langkah-langkah berikut jika Anda berpikir seseorang memiliki gejala keracunan karbon monoksida:

  1. Keluarkan semua orang dari mobil sesegera mungkin.
  2. Berikan udara segar.
  3. Mintalah bantuan medis.

Sumber:
SIM K3 Edisi 1 2020 – Bahaya Karbon Monoksida (CO) di Dalam Mobil

Bantu Lindungi Keluarga dan Orang Tersayang Anda dari Bahaya Karbon Monoksida dengan membagikan artikel ini di sosial media Anda
Sharing is Caring

Andi Balladho

Andi Balladho Aspat Colle is certified Occupational Safety & Health (OSH) professional in Indonesia. As OSH Enthusiast, he loves to learn and share an articles about OSH.

You may also like...

4 Responses

  1. Roni says:

    Makasi infox. Jd lebih paham bahaya karbon monoksida

  2. Iwal says:

    Informasi yang bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *