6 Cara Meningkatkan Kemampuan Critical Thinking

Sahabat AB, di artikel sebelumnya kita telah membahas cara meningkatkan kemampuan creative thinking, tapi rasanya gimana gitu kalau kita tidak membahas tentang critical thinking (berpikir kritis). Critical thinking sama berguna dan pentingnya dalam mendukung pengambilan keputusan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam berkerja.

Hidup di negara demokratis seperti Indonesia adalah sebuah berkah karena kita bebas untuk berbicara, berpendapat, dan menyebarkan atau mencari informasi. Boleh dibilang kita tidak pernah kekurangan informasi, apalagi dengan kondisi teknologi informasi dan komunikasi yang sudah semaju sekarang.

Tapi, berkah tersebut bisa juga menjadi bencana. Hmmmm…bencana? iya bencana, kalau tidak pandai mengolah informasi yang kita terima, kita bisa lumpuh karena bingung atau tidak tahu mana informasi yang bisa dipercaya atau tidak. Lebih buruk lagi, kita bisa tertipu dan akhirnya melakukan kesalahan dalam mengambil keputusan penting!

Nah, keterampilan critical thinking akan menjadi “perisai” kita dalam melindungi diri dari informasi yang menyesatkan, dan “pegangan” dalam kita mengambil keputusan.

Critical thinking ibarat sebuah perisai
Critical thinking ibarat sebuah perisai
Photo by PhotoMIX Company from Pexels

Dunia yang cepat berubah akan membutuhkan respon cepat dan tepat. Critical thinking akan menjadi penting untuk memastikan kita dapat menavigasi kompleksitas di zaman modern ini. Saking pentingnya dari 10 skill yang paling dicari oleh rekruter di tahun 2021, 1 diantaranya adalah critical thinking! (Forbes, 2020). Hal senada juga diamini oleh World Economic Forum, disebutkan bahwa kelompok kemampuan teratas yang diperhatikan oleh pemberi kerja dalam 5 tahun kedepan adalah critical thinking. Woww… Tapi apa itu critical thinking?

Memahami critical thinking / berpikir kritis?

Ketika kita mendengar kata critical thinking atau “kritis”, mungkin kita langsung teringat kata “kritik”. Akibatnya, yang muncul dalam pikiran adalah sosok seseorang yang suka menyerang hasil pemikiran orang lain. Ini terjadi karena kekeliruan memahami arti kata “kritis”. Padahal, pemikir kritis berbeda dari “tukang kritik”.

Seorang critical thinker (pemikir kritis) adalah orang yang berpikir secara sistematis, logis, dan objektif dalam menilai sesuatu atau dalam membuat keputusan; bukan orang yang suka mencari-cari kelemahan sesuatu.

Lebih lanjut, critical thinking mencakup penentuan tentang makna dan kepentingan dari apa yang dilihat atau dinyatakan, penilaian argumen, pertimbangan apakah kesimpulan ditarik berdasarkan bukti-bukti pendukung yang memadai.

Critical thinking tidak sama dengan berdebat atau mengkritisi orang lain. Kata “kritis” terhadap suatu argumen tidak identik dengan “ketidaksetujuan” terhadap suatu argumen atau pandangan orang lain. Penilaian kritis bisa saja dilakukan terhadap suatu argumen yang bagus, sebab pemikiran kritis bersifat netral, imparsial dan tidak emosional.

Critical thinking merupakan ketrampilan berpikir universal yang berguna untuk semua profesi dan jenis pekerjaan. Dengan kata lain berpikir kritis atau critical thinking adalah kemampuan untuk berpikir jernih dan rasional tentang apa yang harus dilakukan atau apa yang harus dipercaya.

Definisi Critical thinking

Manfaat critical thinking / berpikir kritis?

Critical thinking berguna dalam melakukan kegiatan membaca, menulis, berbicara, mendengarkan, berdiskusi, dan sebagainya, untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Analisis yang kritis dapat meningkatkan pemahaman tentang suatu masalah.

Critical thinking diperlukan dalam hal memecahkan masalah, membuat keputusan, memutuskan siapa yang harus dipercaya, apa yang harus dilakukan, dan masih banyak lagi.

Sebagaimana telah dikemukakan di awal, bahwa saking pentingnya critical thinking masuk dalam salah satu skill yang penting untuk dimilki oleh seseorang di abad 21. Critical thinking akan menjadikan seseorang mandiri, ya mandiri dari segi intelektual. Artinya tidak melulu bergantung pada orang lain, tetapi mengambil kepemilikan penuh dalam memutuskan sesuatu.

Critical thinking membuat kita lebih percaya diri, karena keputusan berbasis bukti-bukti yang memadai.

Critical thinking membuat kita tetap up to date yang mana saat ini ekonomi didasarkan pada informasi dan teknologi yang berubah dengan cepat. Ada banyak informasi yang dapat diakses hanya dengan menggerakan jari-jari tangan. Memilah, menganalisis informasi dan memecahkan masalah secara sistematis membantu kita beradaptasi di tempat kerja, tidak terjebak dengan berita hoax, dan sekali lagi akan menjadi perisai pelindung dalam menyikapi berbagai hal yang ada. Semakin jelas mengapa keterampilan critical thinking dianggap sebagai aset berharga bagi setiap orang, pun dalam karier.

Ciri-ciri seorang critical thinker (pemikir kritis)

Berikut ini ciri-ciri dari seorang pemikir kritis, yaitu:

Sistematis

Critical thinking berhubungan dengan kemampuan berpikir secara terstruktur dan mengacu kepada metode. Seorang yang berpikir sistematis tidak bersikap, bertindak, atau membuat keputusan dengan tergesa-gesa.

Logis

Critical thinking juga berhubungan dengan kemampuan berpikir secara logis atau rasional. Kata rasional sendiri berarti menggunakan penalaran untuk menyelesaikan permasalahan. Orang yang rasional selalu memiliki alasan kuat yang berdasarkan pemikiran mendalam untuk percaya atau melakukan sesuatu. Ia pun mampu menjelaskan alasan tersebut pada orang lain.

Objektif

Dalam membuat pertimbangan dan mengambil kesimpulan, seorang pemikir kritis tidak dipengaruhi oleh perasaan atau selera pribadinya terhadap topik yang bersangkutan. Untuk menghindari bias internal yang dapat mencemari penilaiannya, orang yang objektif juga senantiasa berusaha mengevaluasi dirinya sendiri. Karena itu, ia tidak mudah tersinggung oleh kritik.

Jika kita cermati ciri-ciri di atas, tidak ada pertanda yang menunjukkan bahwa keterampilan critical thinking ada kaitannya dengan sikap suka mengkritik pemikiran orang lain. Yang justru muncul adalah nilai-nilai yang berlawanan dengan prasangka tersebut, seperti kehati-hatian, keadilan, dan mawas diri.

Bagaimana cara meningkatkan kemampuan critical thinking?

Berikut ini 6 cara meningkatkan kemampuan critical thinking:

1. Menulis

Menulis Meningkatkan Kemampuan Critical Thinking
Ilustrasi wanita sedang menulis
Photo by The Creative Exchange on Unsplash

Seperti kata Jordan Peterson seorang professor bidang psikologi dari Kanada, “cara terbaik mengajari orang critical thinking adalah dengan mengajari mereka menulis”.

Banyaknya informasi di dalam kepala bagaikan benang kusut. Tapi, dengan menulis, informasi yang tadinya seperti benang kusut akan mulai terstruktur, tersistematis, terarah bahkan dapat dijelaskan dengan mudah / sederhana.

2. Buat Pertanyaan

Membuat pertanyaan dalam critical thinking bertujuan untuk memahami apa yang kita inginkan. Sebagai contoh, jika kita berpikir untuk “apakah saya harus percaya berita tersebut?”, maka pertanyakanlah “apakah hal tersebut memang benar adanya”. Karena ada berbagai alasan untuk mempercayainya yang mungkin disamarkan oleh faktor lain, seperti klaim bahwa berita tersebut benar terjadi hanya karena berita tersebut dimuat oleh salah satu portal berita kesukaanmu.

Ilustrasi anak yang sedang bertanya
Ilustrasi anak yang tanpa sadar sedang melatih kemampuannya dalam hal critical thinking dengan mengajukan pertanyaan
Photo by Icons8

Dengan mempelajari situasinya dengan berpikir jernih pada apa yang sebenarnya terjadi, kita akan mudah menyaring informasi ini secara kritis, menemukan yang dicari, dan memutuskan apakah informasi tersebut sungguh sesuai dengan kenyataan yang ada.

Baca juga: 4 As: Cara Kerja Sukses ala Sandiaga Uno

3. Kumpulkan informasi

Cara meningkatkan kemampuan critical thinking selanjutnya adalah mengumpulkan informasi. Ada banyak informasi tersedia di luar sana. Jadi, dengan mengetahui secara jelas apa yang ingin di tanyakan akan membantumu menentukan informasi mana yang paling relevan, dilakukan berdasarkan data, dan dapat dipercaya.

Carilah banyak sumber seperti artikel, buku, atau bahkan seorang ahli dalam bidang tersebut. Mengumpulkan banyak informasi membantu menilai pilihan yang berbeda, mendekatkan pada keputusan yang sesuai dengan tujuan.

Buku sebagai sumber informasi untuk critical thinking
Buku sebagai sumber informasi
Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

4. Telaah informasi yang ada

Ini saatnya untuk menelaah berbagai informasi yang sudah dikumpulkan. Saat harus memutuskan untuk mengambil informasi dari sumber tersebut, tanyakanlah pada diri sendiri, “Apa konsep dasarnya?”, “Darimana data tersebut berasal?”, “Apa asumsi yang tersedia?”, “Apakah interpretasi saya tentang informasi itu terdengar logis?”.

Misalnya, ada SMS masuk di hp yang menjanjikan Anda uang jutaan, pertimbangkanlah “Apa saya berasumsi si pengirim berkata jujur?”, “Dari bukti yang ada, logiskah untuk berasumsi bahwa saya akan mendapatkan uang?”.

Telaah informasi
Selalu lakukan telaah informasi agar terhindar dari berita hoax

5. Pertimbangkan implikasinya

Sebagai contoh, bayangkan momen pemilihan umum, dan Anda akan memilih calon pemimpin berdasarkan janji mereka, yakni harga BBM akan jauh lebih murah! Sekilas, kelihatannya hebat bukan? Tetapi bagaimana dampaknya pada lingkungan dalam jangka panjang? Jika penggunaan bensin tidak ditekan oleh harga, ini bisa menyebabkan lonjakan polusi udara dalam jumlah besar, konsekuensi tak diharapkan yang perlu dipikirkan.

Pertimbangkan implikasi
Cara meningkatkan kemampuan critical thinking dengan mempertimbangkan dampak

6. Pelajari sudut pandang lain

Cara meningkatkan kemampuan critical thinking yang terakhir adalah dengan memperluas sudut pandang. Coba tanyakan pada diri sendiri kenapa banyak orang tertarik dengan kebijakan calon pemimpin yang lain. Bahkan jika Anda tidak menyetujui semua perkataan kandidat tersebut, mempelajari gambaran sudut pandang secara utuh bisa menjelaskan kenapa kebijakan kandidat lain yang tidak valid tampak menarik bagi orang lain. Ini memungkinkan kita menelaah beragam alternatif, mengevaluasi pilihan sendiri, dan akhirnya membantu dalam membuat keputusan berdasar lebih banyak informasi.

Pelajari sudut pandang lain
Pelajari sudut pandang lain untuk meningkatkan kemampuan critical thinking

Selain itu, sangat penting untuk mendapatkan informasi di luar pribadi kita. Kita bisa mulai dari hal kecil. Jika Anda misalnya, bekerja di bidang Occupational Safety, bertemanlah juga dengan orang-orang di depatemen marketing. Jika selalu pergi makan siang dengan staff senior, maka berikutnya dapat pergi ke pertandingan bola dengan rekan-rekan junior. Melatih diri dengan cara ini akan membantu mendapatkan wawasan yang lebih kaya.

Penutup

Menjadi kritis berarti membiasakan diri untuk menganalisis dan mengevaluasi setiap pemikiran, sikap, maupun informasi sebelum bersikap atau mengambil keputusan.

Kita wajib kritis bukan hanya kepada orang lain, namun juga kepada diri sendiri!

Demikianlah 6 cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan critical thinking

Semoga bermanfaat dan sampai bertemu di artikel selanjutnya yah sahabat AB!

Referensi

Agoos, Samantha (2016). 5 tips to improve your critical thinking

Forbes (2020). The Top 10 Skills Recruiters Are Looking For In 2021. https://www.forbes.com/sites/forbeshumanresourcescouncil/2020/11/09/the-top-10-skills-recruiters-are-looking-for-in-2021/?sh=54dbc5b17e38

Latihlogika (2018). Arti dan pentingnya berpikir kritis https://latihlogika.com/wp-content/uploads/2017/11/Latih-Logika-Diktat-1.pdf

World Economic Forum (2020) The Future of Jobs Report 2020 https://www.weforum.org/reports/the-future-of-jobs-report-2020/in-full/executive-summary#executive-summary

Sharing is Caring

Andi Balladho

Andi Balladho Aspat Colle is certified Occupational Safety & Health (OSH) professional in Indonesia. As OSH Enthusiast, he loves to learn and share an articles about OSH.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *