Sejarah SMK3 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di Dunia

Sejarah Awal Perkembangan SMK3 di Dunia

Sejarah SMK3 – Menurut Milton P. Dentch (2018) dalam bukunya yang berjudul “The ISO 45001:2018 Implementation Handbook –Guidance on Building and Occupational Health and Safety Management System”, pada akhir tahun 80-an dan awal tahun 90-an, organisasi di seluruh dunia mulai mengenal kebutuhan untuk mengendalikan dan meningkatkan kinerja keselamatan dan kesehatan serta sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. Pemahaman akan hal tersebut cukup selaras dengan pembentukan Uni Eropa serta penetapan standar internasional untuk manajemen mutu pada tahun 1987.

Sejarah SMK3

British Standards Institution (BSI), badan standar nasional Inggris kemudian memimpin dalam pembentukan “The Occupational Health and Safety Assessment Series (OHSAS) project group. Grup ini kemudian mempublikasikan OHSAS series pada tahun 1999.

Seri standar tersebut terdiri dari dua spesifikasi, yaitu 18001 yang menyediakan persyaratan untuk SMK3 dan 18002 yang mendukung dengan menyediakan pedoman untuk penerapannya. Spesifikasi tersebut merupakan prasyarat untuk SMK3 yang dapat membantu suatu institusi dalam mengendalikan risiko dan mengurangi kecelakaan kerja.

The International Organization for Standardization (ISO) tidak memasukkan OHSAS 18001:1999 sebagai standar internasional ISO dan tidak mengizinkan audit sertifikasi pihak ketiga terkait hal ini.

Banyak organisasi di seluruh dunia memahami nilai dari sertifikasi SMK3 sehingga kemudian muncul banyak desakan agar ISO segera menerbitkan standar terkait SMK3.

Sebagai informasi, sampai tahun 2005, diperkirakan terdapat 16.000 organisasi di 80 negara telah menggunakan standar OHSAS 18001.

BS OHSAS 18001:2007 dirilis pada bulan Juli tahun 2007, dimana di dalamnya memuat beberapa perbaikan dari OHSAS 18001:1999.

Perbaikan dilakukan untuk penguatan dan dengan mengenalkan persyaratan keterampilan serta meningkatkan kompatibilitasnya dengan standar sistem manajemen yang lain, seperti ISO 9001 dan ISO 14001.

BS OHSAS 18001:2007 konsisten dengan sistem manajemen ISO, tetapi tidak di bawah payung skema sertifikasi ISO. BSI-lah yang menyediakan sertifikasi pihak ketiga untuk organisasi yang telah memenuhi persyaratan dalam BS OHSAS 18001:2007. Sampai dengan tahun 2009, lebih dari 54.000 sertifikat OHSAS telah diterbitkan di 116 negara. Sampai tahun 2017, lebih dari 90.000 perusahaan telah tersertifikasi BS OHSAS 18001:2007.

Integrasi Sistem Manajemen

Beberapa sistem manajemen ditetapkan sebagai bagian yang dapat dintegrasi dengan Sistem Manajemen K3 (SMK3), seperti SNI ISO 9001 – Sistem Manajemen Mutu. Kemudian disusul dengan SNI ISO 14001 – Sistem Manajemen Lingkungan yang dikenalkan pada tahun 1996.

Terkait dengan Sistem Manajemen K3, Inggris mempublikasikan BS 8800 pada tahun 1996.

Australia dengan AS/NZS 4801 pada tahun 2001 serta BS OHSAS 18001 yang diklaim sebagai standar internasional yang dipublikasikan pada tahun 1999.

Pada tahun 2000, International Labour Organization (ILO) juga menyetujui ILO Guideline sebagai sistem manajemen K3 yang diadopsi berdasarkan peraturan dan perundangan.

Pada tahun 2013, ISO menginisiasi penyusunan standar internasional untuk SMK3 dan membentuk ISO Project Committee (PC) 283 untuk mengembangkan standar ISO, yaitu ISO 45001 Occupational Health and Safety Management Systems – Requirements with Guidance for Use. Standar ini akan menggantikan BS OHSAS 18001:2007.

Dengan persiapan lebih dari 5 tahun, setelah melalui tinjauan dari berbagai kalangan profesional termasuk ILO, maka sejak Maret 2018 SMK3 berdasarkan ISO 45001:2018 diberlakukan sebagai standar internasional dengan menggunakan struktur tingkat tinggi atau high level structure, sehingga dapat diintegrasikan dengan standar sistem manajemen ISO lainnya.

Pada tahun 2019, Badan Standardisasi Nasional (BSN), sebagai lembaga pemerintah non kementerian yang bertanggung jawab dalam pengembangan dan pembinaan di bidang standardisasi dan penilaian kesesuaian di Indonesia mengadopsi ISO 45001:2018 secara identik menjadi Standar Nasional Indonesia atau SNI, yaitu SNI ISO 45001:2018.

Hal ini dilakukan agar memudahkan dan memperluas dalam penerapan standar tersebut bagi seluruh organisasi atau perusahaan di Indonesia.

Sejarah SMK3 sebelum SNI ISO 45001:2018

SMK3 sebelum SNI ISO 45001
Sejarah SMK3 sebelum SNI ISO 45001

Nah, untuk memahami sejarah SMK3 sebelum SNI ISO 45001:2018 dirilis, mari kita bahas berbagai standar SMK3 berikut ini:

SMK3 berbasis Keselamatan Proses

Untuk SMK3 yang lebih menekankan proses pengendalian risiko antara lain:

  • Process Safety Management dari CMA (Chemical Manufacturers Association) tahun 1985 yang sekarang bernama American Chemistry Council
  • Management of Process Hazards dari API (American Petroleum Institute) tahun 1990 yang dikenal dengan API 750
  • Management of Process Hazard dari Center of Chemical Process Safety (CCPS) dari Amerika tahun 1992, yang direvisi menjadi Risk Based Process Safety/Keselamatan Proses Berbasis Risiko (2007), dan
  • Process Safety Management (PSM) menurut OSHA CFR-part. 1910.119, 24 Februari 1992. SMK3 ini lebih dikenal dengan sebutan manajemen keselamatan proses.
RBPS management system
Risk Based Process Safety / Keselamatan Proses Berbasis Risiko

Model SMK3 yang dikeluarkan CCPS, API 750, dan OSHA (Occupational Safety and Health Act) banyak menjadi rujukan bagi industri dengan risiko operasi yang tinggi khususnya industri kimia.

Unsur SMK3 dari CCPS, API 750, dan OSHA hampir sama, walau ada sedikit perbedaan. SMK3 berbasis keselamatan proses merupakan suatu sistem manajemen yang memusatkan upaya kepada pencegahan, kesiapan, pengendalian, tanggap darurat, dan pemulihan bocoran bahan kimia atau energi dari suatu proses dalam pengelolaan pabrik.

AS/NZS 4801:2001

AS/NZS 4801:2001 adalah standar K3 yang digunakan di Australia dan New Zealand. Standar ini memiliki struktur yang disesuaikan dengan kerangka peraturan. Spesifikasi kunci dari kerangka peraturan ini mengharuskan kepatuhan dengan standar dalam rangka memenuhi persyaratan untuk kontrak dengan pemerintah. Misalnya, agar organisasi konstruksi dapat bersaing pada kontrak di kedua negara, mereka harus disertifikasi sesuai dengan AS/NZS 4801:2001.

ANSI Z10-2005

American National Standards Institute (ANSI) Z10-2005 adalah standar yang dikembangkan di Amerika Serikat, yang disusun secara konsensus dan diterapkan secara sukarela. Fokus utamanya adalah untuk membantu organisasi meminimalkan risiko kecelakaan kerja, sakit dan fatality. Standar ini sebagai tools untuk membantu organisasi menetapkan dan meningkatkan kinerja K3.

Penerapan ANSI Z10-2005 membantu organisasi dalam melaksanakan strategi SMK3, untuk benchmarking praktek dan prosedur keselamatan serta mengidentifikasi area dimana pencegahan bahaya dan pengendalian diperlukan.

Penerapan dan pelaksanaan spesifikasi inti standar ini akan membantu perusahaan mengidentifikasi area sistem manajemennya dimana risiko bahaya dan kelemahan safety mungkin keliru.

Berdasarkan model sistem manajemen Plan-Do-Check-Act, ANSI Z10-2005 dapat dimasukkan ke dalam perusahaan yang sudah menerapkan sistem manajemen OHSAS 18001, ISO 9001, ISO 14001.

ANSI Z10-2005 bukan merupakan standar kinerja dan tidak menentukan bagaimana tindakan yang teridentifikasi dalam spesifikasinya sebaiknya diberlakukan. Tidak ada elemen ANSI Z10-2005 yang dimasukkan sebagai hukum federal Occupational Safety and Health Act (OSHA). Akan tetapi, setidaknya dua negara bagian (California dan Washington) merujuk elemen dari ANSI Z10-2005 dalam standar program pencegahan luka dan sakit.

OHSAS 18001:2007

Occupational Health and Safety Assessment Series (OHSAS) 18001 adalah standar safety management yang dikembangkan oleh British Standard Institution (BSI) pertama kali pada tahun 1999.

Kemudian OHSAS 18001 disempurnakan pada tahun 2007. Standar ini digunakan terutama di Inggris, India dan di wilayah Timur Tengah.

Standar ini memiliki banyak elemen yang juga terdapat dalam ANSI Z10-2005 tetapi cenderung lebih formal dalam pendekatannya. OHSAS 18001 sejalan dengan standar kinerja ISO. Bagian sistem penomoran, persyaratan untuk dokumentasi, pelatihan, keterlibatan pimpinan, ditulis dengan bahasa yang formal dan bentuk struktur yang sejalan dengan standar ISO.

Seperti banyak dari berbagai standar ISO, OHSAS 18001 didasarkan pada ide-ide dari keterlibatan pekerja, budaya keselamatan dan perbaikan berkelanjutan.

Demikianlah Sejarah SMK3 di Dunia hingga akhirnya Indonesia melalui BSN mengadopsi ISO 45001:2018 menjadi SNI ISO 45001:2018.

Sumber:

BSN (2019). Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Berbasis SNI ISO 45001:2018

Gunawan, FA., dkk (2016). Manajemen Keselamatan Operasi: Membangun Keunggulan Operasi dalam Industri Proses. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

*Jika sahabat AB menginginkan E-Book Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Berbasis SNI ISO 45001:2018 silahkan hubungi kami atau tinggalkan email di kolom komentar, Gratis!

Sharing is Caring

Andi Balladho

Andi Balladho Aspat Colle is certified Occupational Safety & Health (OSH) professional in Indonesia. As OSH Enthusiast, he loves to learn and share an articles about OSH.

You may also like...

3 Responses

  1. Anwar says:

    Terimakasih atas tulisannya yg sangat bermanfaat bg sy yg msh baru jd safety

    • Terima kasih telah berkunjung di andiballadho.com Pak Anwar. Salam kenal!
      Semoga bermanfaat yaa.

      Oh iya, silahkan juga periksa email Anda untuk mendapatkan link dan password guna mendowload ebook SMK3 yang telah kami sediakan secara gratis tentunya!

  2. Kamrul says:

    Terimakasih atas tulisan kerennya. Sangat bermanfaat sekali dan banyak insight yg baru didapatkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *